Selasa, 04 November 2014

Inginku Manis

Dia terlihat manis. Namun dia tidak berharap untuk disanjung. Harapannya agar dia terus dilihat dan sedikit pujian. Tak melulu dipuji tanpa alasan. Dia juga ingin mendapatkan tempat yang tepat. Sedikit disentuh dan dicicipi dengan penuh perasa dan pengecap yang bekerja maksimal. Dia tidak mau diolok-olok. Dia memperlihatkan bentuk manisnya disaat yang lain juga merasa manis. Namun sekali lagi, dia ingin diperhatikan. Sedikit disentuh tanpa meninggalkan bekas. Dia akan merasa gembira. Gembira ketika sudah dapat dinikmati dengan penuh rasa tanggung jawab.

Senin, 27 Oktober 2014

Bukan Soal Pahit dan Manis

Tumbuh bukan kemudian membaik. Baiknya kemudian memperbaiki yang belum baik. Masalah rasa bukan masalah cita. Masalah rasa adalah masalah bawaan jiwa. Berasa bukan kemudian manis, pahit atau bahkan hambar. Rasa tiba ketika jiwa menjadi perasa yang peka.

Merah Suka Bergerombol

Golongan merah, bagi hati yang mulai lelah. Lelah karena tak ada rekan atau memang sengaja bergerombol. Bukan bergerombol karena ketakutan. Ketakutan akan kemerahan. Merah yang selalu berpegang, berpegangan dengan kesamaan.

Rasa Dua

Kelihatannya manis, iya jika dilihat dari beberapa waktu. Masalah manis bukan dari luar. Masalah manis ada dalam pengandaian. Pengandaian akan semu yang kelihatan jelas. Jelas dipenglihatan, jelas karena diperjelas.

Minggu, 26 Oktober 2014

Rasa Satu

Memulai melihat tanpa rencana. Memulai menikmati tanpa rasa takut pahit. Kemudian tak berapa lama pikiran menjabarkan tentang seberapa pantas rasa itu disematkan. Ketika beberapa halusinasi menggiring untuk selalu mengingkat. Tanpa sekat, tanpa takut akan batas.