Minggu, 26 Oktober 2014

Rasa Satu

Memulai melihat tanpa rencana. Memulai menikmati tanpa rasa takut pahit. Kemudian tak berapa lama pikiran menjabarkan tentang seberapa pantas rasa itu disematkan. Ketika beberapa halusinasi menggiring untuk selalu mengingkat. Tanpa sekat, tanpa takut akan batas.
Warna yang begitu mudah digambarkan, digambarkan oleh warna yang semu. Kesemuan datang, berkumpul menggambarkan impian kedepan. Impian, yang mengajak untuk selalu berbuat baik. Entah bagaimana rasa itu menjadi sebuah objek yang menenpati ruang hati. Bukan soal hati, namun rasa yang dipendam tanpa penafsiran, tanpa pengucapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar